Para pembaca apa sudah mengetahui sebutan virus nipah ini? bagi anda pecinta kesehatan pasti belum banyak mengetahui akan satu penyakit ini. Penyakit satu ini tergolong belum bisa disembuhkan atau belum ditemukan vaksin nya. bagaimana menurut anda? apakah menakutkan seperti penyakit AIDS atau HIV?. Disinilah saya akan memberikan beberapa uraian menarik mengenai waspada virus nipah kepada anda yang masih menghargai kesehatan tubuh anda. Simaklah uraian yang diantaranya :
Virus Nipah menyebabkan penyakit parah yang ditandai dengan peradangan pada otak (ensefalitis) dan sering di kenal dengan penyakit pernapasan. Nipah sendiri dapat menular dari hewan ke manusia, dan juga dapat menular langsung dari manusia ke manusia. Di negara Bangladesh, setengah dari kasus yang dilaporkan antara tahun 2001 dan 2008 adalah penularan yang terjadi dari manusia ke manusia. Virus Nipah dapat menyebabkan penyakit yang parah pada hewan domestik seperti babi. Diketahui, sampai saat ini tidak ada pengobatan atau vaksin baik untuk manusia ataupun hewan. Kelelawar buah dari family Pteropodidae adalah hospes alami dari virus Nipah.
Virus satu ini yang mewabah bahkan menyebabkan kepanikan di negara jiran Malaysia pada tahun 1999 dengan memporak-poranda industri peternakan babi. Virus Nipah tergolong famili Paramyxoviridae. Inang alami dari virus ini adalah berasal dari kelelawar buah. Virus ini dapat menginfeksi hewan lain dan menyebabkan penyakit. Transmisi antar spesies dari virus ini terjadi akibat adanya kontak langsung dengan jaringan dan cairan tubuh hewan yang terinfeksi.
Jenis virus satu ini menyerang saluran pernafasan babi dan ditransmisikan melalui udara dan dapat menginfeksi manusia. Beberapa penelitian mengindikasi bahwa beberapa dekade yang lalu, virus ini ada pada kelelawar buah dalam bentuk inaktif. Namun, karena adanya perusakan habitat, perubahan iklim serta perkembangan dan perluasan industri pertanian, maka virus ini menjadi aktif dan menginfeksi spesies lain. Antibodi terhadap virus ini ditemukan pada babi.
Nipah memiliki periode inkubasi selama 4 sampai 18 hari. Beberapa kasus menunjukkan gejala sub-klinis. Pada kasus klinis, gejala dari infeksi virus Nipah menyerupai influenza, disertai demam tinggi dan nyeri otot. Infeksi virus ini dapat berlanjut menjadi peradangan pada otak (encephalitis) dengan disertai kepusingan, disorientasi, konvulsi dan koma. Sebanyak 50% kasus infeksi klinis berakhir dengan kematian (WHO Media Center 2001). Kasus pandemi Nipah Virus di Malaysia pada September 1998 hingga April 1999 menyebabkan infeksi pada sebanyak 265 manusia dimana 105 diantaranya berakhir dengan kematian. Sebanyak 93% dari kasus zoonosis Nipah Virus terjadi pada pekerja yang berhubungan dengan babi dan hasil produksinya.
VIRUS NIPAH DI MANUSIA
Wabah virus ini pertama kali menyebar di Malaysia dan Singapura, sebagian besar infeksi pada manusia berasal dari kontak langsung dengan babi yang sakit atau bagian jaringan yang terkontaminasi. Bahkan penularan diduga terjadi melalui droplet pernafasan, kontak dengan sekret tenggorokan atau hidung dari babi, atau kontak dengan jaringan dari hewan yang sakit. Sumber infeksi yang paling mungkin terjadi adalah pada saat wabah di negara Bangladesh dan India adalah melalui konsumsi buah-buahan atau produk buah (contohnya jus kurma mentah) yang terkontaminasi dengan urin atau air liur dari kelelawar buah yang terinfeksi.
Setelah kejadian wabah di Bangladesh dan India, Nipah virus menyebar secara langsung dari manusia ke manusia melalui kontak langsung dengan orang terinfeksi melalui sekresi dan ekskresi.
Virus yang menyerang saluran pernafasan babi ditransmisikan melalui udara dan menginfeksi manusia. Beberapa penelitian mengindikasi bahwa beberapa dekade yang lalu, virus ini berada pada kelelawar buah dalam bentuk inaktif. Namun, karena adanya perusakan habitat, perubahan iklim serta perkembangan dan perluasan industri pertanian, maka virus ini menjadi aktif dan menginfeksi spesies lain.
GEJALA KLINIS
Manusia yang terinfeksi penyakit ini mempunyai sifat infeksi yang asimptomatik sampai yang berat yaitu ensefalitis . Gejala awal pada orang yang positif terinfeksi adalah mengalami gejala flu seperti demam, sakit kepala, mialgia (nyeri otot), muntah dan sakit tenggorokan. Hal ini dapat berlanjut dengan diikuti tanda-tanda pusing, mengantuk, kesadaran berubah, dan tanda-tanda neurologis yang menunjukkan ensefalitis akut. Beberapa orang juga dapat mengalami atypical pneumonia dan gangguan akan pernafasan akut. Ensefalitis dan kejang terjadi pada kasus yang berat, terus berkembang menjadi koma dalam waktu 24 hingga 48 jam.
Masa inkubasi (interval dari infeksi sampai timbulnya gejala) bervariasi dari 4 sampai dengan 45 hari. Kebanyakan orang yang bertahan hidup dari ensefalitis akut dapat pulih kembali, namun sekitar 20% masih mengalami konsekuensi tanda neurologis seperti kejang persisten dan perubahan kepribadian. Sejumlah kecil orang yang sembuh kemudian kambuh lagi dan dapat mengalami ensefalitis lebih lanjut (lebih parah). Disfungsi neurologis persisten dapat terjadi pada lebih dari 15% orang dalam jangka waktu yang lama. Tingkat fatalitas kasus diperkirakan mencapai 40% sampai 75%, tergantung pada kemampuan virus menginfeksi.
CARA MENGATASI RESIKO INFEKSI PADA MANUSIA
Untuk saat ini di karenakan belum tersedianya vaksin pada manusia maka satu-satunya cara untuk mengurangi infeksi virus satu ini adalah dengan meningkatkan kesadaran tentang faktor-faktor risiko dan memberikan sosialisasi dalam upaya mengurangi resiko terpapar oleh virus tersebut. Diantara lain:
- HINDARI KELELAWAR
Resiko penularan dari kelelawar ke manusia tergolong sangat membahayakan dari pada hewan lainnya. Maka, diupayakan untuk mencegah penularan pertama-tama yang difokuskan kepada perkembangbiak-kan jenis Kelelawar - HINDARI KONTAK FISIK
Mengurangi risiko penularan dari manusia ke manusia. Tutup kontak fisik dengan orang yang terinfeksi virus Nipah. Sarung tangan dan alat pelindung harus digunakan ketika merawat orang sakit. mencuci tangan secara teratur harus dilakukan setelah merawat atau mengunjungi orang sakit. - MENGGUNAKAN PERALATAN PELINDUNG
Mengurangi risiko penularan dari hewan ke manusia. Sarung tangan dan pakaian pelindung lainnya harus dipakai selama menangani binatang yang sakit/ menghndari kontak dengan jaringan hewan pada saat nekropsi atau saat melakukan pemusnahan.

EmoticonEmoticon